MAHELAT LEBO KAMPUNG TANGGUH BANUA

Desa Puntik Dalam Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala – Kunjungan Wakil Bupati Barito Kuala Dalam Rangka Mahelat Lebo Kampung Tangguh Banua

puntikdalam-baritokuala.desa.id/ – Pada hari selasa tanggal 23 juni 2020 pukul 12.12 WITA di Desa Puntik Dalam Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan ada kegiatan yang diberi judul Mahelat Lebo Kampung Tangguh Banua.

Dalam kegiatan ini  Desa Puntik Dalam kehadiran tamu istimewa yaitu bapak Rahmadian Noor, S.T selaku Wakil Bupati Barito Kuala. Tidak hanya Bapak Wakil Bupati yang berhadir dalam kegitan ini dalam acara tersebut  juga di hadiri oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten Barito Kuala, Plt. Camat Mandastana Bapak Akhmad Husaini, SE , Kapolsek Mandastana Bapak IPDA Maryono beserta anggota, Danramil Mandastana Bapak Peltu. Muhabib beserta anggota , Kepala UPT Puskesmas Mandastana Bapak Subli.AMK ,Kepala Desa Puntik Dalam Bapak Sutrisno serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa Puntik Dalam Bapak Amir.

Mahelat Lebo disini di ambil dari bahasa bakumpai yaitu Mahelat artinya Mehalat atau Mencegah sedangkan Lebo itu sendiri dapat diartikan kampung atau desa, jika di sambung Mahelat Lebo bisa di artikan Mehalat Kampung atau bisa kita sebut dengan Menjaga Kampung. Menjaga kampung disini adalah mengamankan kampung dari virus yang lagi popular di tahun 2020 yaitu  virus Covid-19. Menurut Bapak Rahmadian Noor, S.T menyadarkan masyarakat untuk berperilaku sehat itu tidak mudah, banyak masyarakat yang acuh dengan himbauan-himbauan yang sudah diberikan melalui media social seperti instagram, facebook, website, yang sangat mudah yaitu melalui media televisi bahkan poster dan spanduk himbauan hanya menjadi pajangan menurut masyarakat. Cerita Bapak Rahmadian Noor, S.T saat mengunjungi suatu pasar di daerah Barito Kuala, masyarakat sebenarnya sudah mengerti bahwa pentingnya masker hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang selalu membawa masker kemanapun mereka pergi tapi kesalahan mereka masker itu hanya untuk pegangan mereka saja, saat di tanya oleh beliau kenapa tidak memakai masker jawaban masyarakat bermacam-macam ada yang bilang maskernya di kantong dan ada salah satu warga ketika ditanya mana  maskernya warga tersebut menjawab “maskernya di dompet istri”. Mungkin itu salah satu kendala dalam memutus penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala. Beliau berharap penyebaran virus dapat diputus dan pasien terkonfirmasi Positif dapat segera sembuh. (yp/hf)

Instagram : #pemdespuntikdalam.official

Instagram : #humpro_baritokuala

Facebook : HumasProtokol Batola

Fb Fanspage : ‘Batola Membangun’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *